Home Pelatihan Pemda Pohuwato Perkuat Tim Perencanaan Kecamatan demi Integrasi Program

Pemda Pohuwato Perkuat Tim Perencanaan Kecamatan demi Integrasi Program

54
0
SHARE
Peserta pelatihan (dok: istimewa)

COMMIT – Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo menggelar pelatihan peningkatan kapasitas Tim Perencanaan Kecamatan Kabupaten Pohuwato di Kota Makassar, 22-24 April 2019.

Pada pelatihan tersebut terdapat peserta 52 orang yang terdiri dari unsur Pemerintah Kecamatan seperti Camat dan anggota tim e-Plannning serta unsur Bappeda.

Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Pohuwato, Irfan Saleh, S.Pt, M.Si, pelatihan ini didasari oleh kerisauan Bupati Pohuwato yang melihat masih ada kejanggalan dalam mengintegrasikan isu kabupaten dan desa.

Bersama narasumber Prof. Darmawan Salman (dok: istimewa)

“Beliau melihat peran Kecamatan sangat strategis untuk itu sehingga beliau mendorong Baperlitbang untuk meningkatkan kapasitas tim Perencana Kecamatan ini,” jelas Irfan.

“Jadi memang dillaksanakan untuk meningkatkan kapasitas para pemangku kepentingan terkait pembangunan daerah terutama di level kecamatan. Materi yang kita dalami berkaitan substansi input, output, outcome dan impacr pembangunan,” sebut Irfan.

“Misalnya bagaimana memahami apa itu pembangunan, apa peran mereka dalam pembangunan, apa itu input, output pembanguan. Harapan kita mereka akan semakin kuat dan mampu menerapakan pada kegiatan pembangunan desa, menyeleksi hasil Musrenbang d desa dan kecamatan berdasarkan outcome atau dampaknya,” tambahnya.

“Selain itu, kita juga berharap materi seperti substansi perencanaan partisipatif, hingga penambahan kapasitas atau skill dasar dalam perencanaan seperti observasi dan wawancara faktual. Termasuk bagaimana peserta memahami substansi dan pentingnya rencana aksi,” tambahnya lagi.

Pada pelatihan tersebut sebagai narasumber dan fasilitator adalah akademisi Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Darmawan Salman, MS dan tim pelatihan Yayasan COMMIT.

COMMIT adalah organisasi yang selama 7 tahun terakhir ini menjadi ‘resource banks’ untuk pengembangan kapasitas stakeholder serta fasilitasi mekanisme kolaborasi perencanaaan dan pembangunan daerah di Indonesia Timur atau Indonesia secara umum. (*)

LEAVE A REPLY