Home Kegiatan RTH Magani Park, upaya kolaboratif membangun kawasan wisata di Luwu Timur

RTH Magani Park, upaya kolaboratif membangun kawasan wisata di Luwu Timur

14
0
SHARE
Lurah Magani Ishaq T. Nyonri bersama staf di Magani Park (dok: istimewa)

COMMIT – Lurah Magani, Kecamatan Nuha, Ishaq T. Nyonri, S.E, dengan telaten melepas polibag pohon ketapang mini. Dia lalu menaruh batang pohon muda itu ke dalam lubang yang telah disiapkan staf kelurahan. Ketua LPM Magani Haji Burhanuddin berdiri menyaksikan sembari memegang sekop, Jumat, 11 September 2020.

Demikian ‘foto bicara’ yang disampaikan oleh pendamping PKPM Kecamatan Nuha, Alwy Chaidir saat dihubungi admin COMMIT, 11/9/2020. Menurut Alwy, foto ini merupakan salah satu bagian dari proses panjang usulan kegiatan Magani Park.

“Idenya sejak 2018 dan sekarang sudah mencapai 99 persen realisasi pengerjaannya. Senang juga menyaksikan ketekunan kawan-kawan di Nuha. Kerja keras mereka membuahkan hasil,” kata Alwy, yang sudah bekerja pendampingan masyarakat di wilayah kerja PT Vale sejak 2015.

“Yang menarik juga, tanaman ketapang yang ditanam tersebut berasal dari lokasi Nursery PTI. Teman-teman Sekretariat Kecamatan yang ambil di sana,” imbuhnya.

Hal lain yang disampaikan Alwy adalah fungsi strategis Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) kawasan pengembangan wisata Nuha sebagai pengelola program PKPM ini.

“BKAD sangat strategis fungsinya karena berkaitan upaya koordinasi, penyusunan tahapan kegiatan, dan rencana pengelolaannya,” imbuhnya.

“Dalam pelaksanaan program, mereka bertugas dalam melakukan pelelangan atau tender kegiatan, melakukan penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) dengan Pelaksana Kegiatan (PK),melakukan proses pencairan dana, fasilitasi pertemuan, dan melakukan monitoring pengawasan pekerjaan,” papar Alwy.

“Termasuk melaksanakan Musyawarah Antar Desa (MAD), pertanggungjawban dan serah terima kegiatan,” tambahnya.

Melalui sambungan komunikasi Whatsapp, Camat Nuha, Aswan Azis, menyampaikan apresiasi atas adanya PKPM.

“Kami selaku Pemerintah Kecamatan Nuha sangat mendukung program dan kegiatan PKPM, harapan kami agar program tersebut sesuai kebutuhan masyarakat bukan berdasarkan atas keinginan orang atau kelompok tertentu,” katanya.

Aswan berharap manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. “Kami juga berharap semoga program tersebut dapat tepat waktu. Tepat anggaran serta dilaksanakan sampai tuntas sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat,” harapnya.

Ketapang untuk Magani Park dari nursery PT Vale (dok: Suarni Jufri)

Kolaborasi di Magani Park

Magani Park adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang didesain secara kolaboratif, antara Pemda, PT Vale dan perwakilan masyarakat desa dan kelurahan untuk sarana rekreasi dan olahraga warga di Kecamatan Nuha. Lokasinya ada di Kelurahan Magani.

“Ini merupakan bagian dari program Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Masyarakat atau PKPM yang diusulkan dari tahun 2018 tetapi dikerjkan di tahun 2020. Jadi butuh waktu dan proses yang tidak mudah juga,” jelas Alwy. 

Menurut Alwy, di RTH ini, ada beberpa bangunan yang telah dan akan dibuat antara lain rest area, jalan taman, entertainment area, area komunitas dan play ground serta alat fitness outdoor.

Tidak hanya itu, area ini akan dilengkapi lampu taman dan penanda atau icon ‘landmark’.

Berapa biaya yang dianggarkan untuk ini? Tidak sedikit tapi karena dianggap strategis dan penting untuk masyarakat Nuna maka ide ini didukung oleh Pemda dan pihak PT Vale.

Menurutnya, biaya yang dianggarkan dari program ini totalnya Rp874 juta dan tetap akan alokasi pula dana tambahan untuk pemasangan listrik, tempat sampah dan pemasangan gazebo.

Alwy melanjutkan. Ide kegiatan ini awal merupakan gagasan dan hasil rumusan bersama tim sekretariat PKPM Kecamatan Nuha.

“Ini yang dimasukkan ke dalam RPKP Kawasan Pengembangan Wisata, dan realisasinya sampai sekarang sudah 99 persen tinggal pemasangan lampu taman dan dalam waktu dekat akan diserahterimakan dari pelaksana ke perwakilan pemanfaat,” jelas Alwy.

Ke depan, menurut Alwy, pengelolaan Magani Park akan dimantapkan dalam pembentukan Bumdesma. “Kenapa Bumdesma karena ini konsep kerjasama kawasan. tetapi karena kelurahan yang ada sudah ada LPM, jadi untuk tahap awal mereka dulu yang mulai mengelola,” jelas Alwy.

Alwy bersyukur bahwa pengerjaan Magani Park berlangsung lancar karena memang mewakili aspirasi masyarakat Kecamatan Nuha terutama kelurahan Magani dan desa-desa di sekitarnya.

Penampakan Magani Park pada tanggal 11 September 2020 (dok: istimewa)

Saat dimintai pendapat oleh Pelakita.ID, Loade M. Ichman, yang selama ini bertugas memfasilitasi PT Vale dan pelaksanaan PKPM menyebut bahwa dengan capaian Magani Park bermakna bahwa pelaksana PKPM telah menjabarkan subtansi dan arah program.

“Bahwa selain pengadaan sarana prasarana penunjang pariwisata di Kecamatan Nuha maka yang tak kalah penting adalah aspek pengelolaan dan pemeliharaan, diperlukan kelembagaan pengelolaan yang berkelanjutan,” katanya.

Dia juga menyadari bahwa memang ada usulan lain dan ada juga ada pihak yang bertanya perihal Magani Park ini tetapi menurutnya pengerjaan ini sebagai skala prioritas dan merupakan agenda bersama, baik pihak Pemda maupun PT Vale termasuk warga desa dan kelurahan di Nuha.

Relevan dengan Ichman, Camat Magani, Aswan menyambung bahwa dalam pemanfaatan fasilitas yang telah selasai dilaksanakan dibutuhkan kerjasama berbagai pihak. “Untuk melakukan pengawasan dan pemeliharaan serta menjaga keamanan fasilitas tersebut,” harapnya.

Lurah Magani Ishaq T. Nyonri, S.E menimpali. ” Insya Allah, semua yang kita lakukan untuk kenyamanan masyarakat Kecamatan Nuha, khususnya warga Kelurahan Magani. Mengenai pengelolaannya ke depan, kami berharap LPM Magani bisa berkontribusi di dalamnya,” pungkas Ishaq.

Penulis: K. Azis

 

LEAVE A REPLY