THE COMMIT FOUNDATION – Sorowako, 20 November 2025 — The COMMIT Foundation sebagai mitra kerja PPM SDGs dan PKPM PT Vale menggelar Learning Session Fasiliator Desa.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat tata kelola Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui penyelenggaraan Learning Session bertema Optimalisasi Pengelolaan Aset Program dan Refleksi Follow Up Action Plan.
Kegiatan ini berlangsung di Villa Kesini Lagi, Sorowako, dan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari fasilitator, pendamping lapangan, site manager, serta tenaga ahli dari The COMMIT Foundation.
Learning Session ini menjadi bagian dari rangkaian pendampingan PPM yang memasuki masa perpanjangan kontrak dari November 2025 hingga Januari 2026. Pendampingan mencakup Program PKPM Terfokus serta Program Dukungan SDGs Desa Tahun Anggaran 2023–2024.
Dengan mulai berakhirnya kegiatan fisik program, kebutuhan terhadap tata kelola aset desa menjadi semakin mendesak. PT Vale menekankan bahwa aset-aset program harus dikelola secara partisipatif, transparan, dan akuntabel agar kebermanfaatannya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Untuk itu, Learning Session dirancang sebagai ruang pembelajaran bersama, tempat refleksi, sekaligus arena memperkuat kapasitas para fasilitator yang menjadi ujung tombak pendampingan di lapangan.
Memperkuat Skema Pengelolaan Aset dan Menajamkan Action Plan
Diskusi berlangsung dinamis, menyoroti berbagai skema yang tengah dipersiapkan dalam pengelolaan aset baik untuk PKPM Terfokus maupun Dukungan SDGs Desa.
Sesi utama kegiatan berfokus pada review Action Plan yang disusun oleh setiap tim pendamping. Melalui panduan Jumardi Lanta dan Tenaga Ahli The COMMIT Foundation, Kamaruddin Azis, para fasilitator memeriksa kemajuan rencana aksi, mengidentifikasi hambatan, serta menyusun tindak lanjut yang lebih terarah.
Pendekatan ini memberi ruang bagi fasilitator untuk memahami dinamika lapangan, sekaligus memetakan langkah konkret dalam memastikan keberlanjutan pemanfaatan aset.
Mengubah Pengalaman Lapangan Menjadi Pengetahuan Kolektif
Salah satu poin penting dalam Learning Session adalah penguatan kapasitas fasilitator dalam menulis pengalaman inspiratif dan melakukan dokumentasi berbasis narasi.
Dalam sesi yang dibawakan oleh Kamaruddin Azis, fasilitator diajak melihat bahwa laporan lapangan bukan sekadar administrasi, tetapi sarana menangkap pembelajaran, memelihara praktik baik, dan mewariskan inovasi sosial.
TA memperkenalkan konsep “legacy PPM”, yaitu jejak perubahan yang ditinggalkan program pada masyarakat. Legacy bukan sebatas keberadaan aset fisik, tetapi mencakup peningkatan kapasitas pelaku lokal, tumbuhnya kemandirian kelembagaan desa, hingga terbentuknya pola-pola fasilitasi yang dapat direplikasi.
Melalui tulisan fasilitator, perubahan-perubahan itu dapat terdokumentasi secara lebih hidup dan kontekstual.
Untuk memperkaya kedalaman analisis, fasilitator diberikan entry point observasi seperti perubahan perilaku local champion, dinamika BUMDes dan kelompok pengelola aset, mekanisme pemeliharaan aset, serta respons masyarakat terhadap berbagai pembangunan desa. TA juga menekankan pentingnya menangkap small wins—perubahan kecil namun signifikan yang sering menjadi indikator awal keberhasilan.
Selain itu, TA memberikan teknik wawancara natural, penggunaan pertanyaan terbuka, dan cara merekonstruksi kronologi agar tulisan yang dihasilkan autentik, akurat, dan menggambarkan dinamika lapangan secara utuh. Sesi ditutup dengan pengenalan struktur penulisan inspiratif yang sederhana namun efektif, agar para pendamping dapat menghasilkan narasi yang informatif dan menyentuh.
Membangun Momentum Konsolidasi dan Pembelajaran
Menurut Site Manager COMMIT, Jumardi Lanta, kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini tidak hanya menajamkan rencana tindak lanjut pendampingan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar fasilitator.
Banyak testimoni terkumpul—kisah pendampingan, tantangan di desa, hingga refleksi pribadi para fasilitator—yang nantinya akan dikembangkan menjadi buku inspirasi PPM pada fase berikutnya.
”Para peserta menyampaikan bahwa Learning Session membantu memperluas perspektif sekaligus memperkuat kesiapan tim dalam mendampingi proses pengelolaan aset di desa-desa binaan,” ucap Jumardi.
”Kegiatan ini juga memperkuat konsolidasi internal, memastikan bahwa seluruh tim bekerja dengan arah yang sama: menjaga keberlanjutan program dan memperbesar dampak positifnya bagi masyarakat,” kuncinya.
Learning Session Optimalisasi Pengelolaan Aset PPM ini menjadi langkah strategis The COMMIT Foundation atas dukungan PT Vale Indonesia Tbk untuk memastikan bahwa setiap aset program terkelola dengan baik dan memberi manfaat jangka panjang bagi desa dampingan.
Dengan meningkatnya kapasitas fasilitator, pendalaman Action Plan, serta dokumentasi yang kaya perspektif, pendampingan PPM memasuki fase baru yang lebih kuat—tidak hanya berorientasi pada output fisik, tetapi juga pada pembelajaran, refleksi, dan warisan perubahan yang berkelanjutan.
Admin
