Home Info Desa Ini Dia, Dua Inspirator Lingkungan dari Taluditi, Pohowato

Ini Dia, Dua Inspirator Lingkungan dari Taluditi, Pohowato

60
0
SHARE
Suasana pemberian penghargaan (dok: istimewa)

POHUWATO, COMMIT – Sartam penerima the BirdLife Nature’s Hero – Award (Pejuang lingkungan) pada tahun 2019 dan Kelompok Tani Kakao Mandiri Taluditi mendapat piagam Inspirator Lingkungan dari  Bupati Pohuwato H Syarief Mbuinga. Penyerahan dua piagam ini dilakukan pada rapat paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pohuwato, (2/5/2019)

Bupati Syarif menyampaikan terima kasih kepada Burung Indonesia yang selama ini sebagai mitra pembangunan strategis di Kabupaten Pohuwato dalam bidang lingkungan hidup dan pengembangan komoditas pertanian yang ramah lingkungan sebagai pendapat ekonomi masyarakat desa di Pohuwato,  khususnya masyarakat yang berada di pinggir hutan.

Menurut Bupati, program Burung Indonesia di Gorontalo khususnya Pohuwato telah banyak memberi manfaat langsung kepada masyarakat desa dan pemulihan lingkungan di daerah Pohuwato.

Kiprah Sartam

Sartam (68) tahun, petani kakao dari Desa Puncak Jaya dalam kesehariannya telah menerapkan pola pertanian ramah lingkungan. Kondisi lahan yang berbukit dan tanah kurang subur tidak menjadi keluhan bagi Pak Sartam.

Praktik pertanian ramah lingkungan dilakukan dengan menerapkan kaedah konservasi melalui pengelolaan lahan dengan membuat terasering, tanaman campur di antara kakao sebagai komoditi utama diselingi dengan tanaman buah buahan, tanaman kayu dan tumpag sari seperti jahe, kunyit, cabai, terong, aren, pisang dan lainnya.

Pola pertanian agroforestry dan tumpang sari ini dapat mengoptimalkan hasil kebun Sartam sehingga mampu membiayai hidup sehari hari melalui penghasilan mingguan, bulanan dan tahunan bahkan mampu membiyai pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

Dari sisi lingkungan, praktik pertanian yang diterapkan oleh Sartam menjamin keutuhan ekosistem dan keragaman hayati di lahan kebun dan sekitarnya.

Tidak hanya itu, Sartam mampu mengelola konflik dengan satwa yang dianggap sebagai hama menjadi penyeimbang ekosistem. Inilah yang mendasari Pemerntah Daerah memberi penghargaan sebagai Inspirator Lingkungan pada tahun 2019 ini.

Penerima  BidLife Nature’s Heros-Award (Pejuang lingkungan) .    

Selain penghargaan dari pemerintah Kabupaten Pohuwato. kepiawaian Sartam mengelola lingkungan hidup melalui pertanian berkelanjutan seperti di atas telah memberi inspirasi bagi petani lain tidak hanya di Taluditi,  inilah yang mendorong Salah satu Lembaga Lingkungan Internasional juga menganugerahkan penghargaan sebagai  the BidLife Nature’s Heros-Award (Pejuang lingkungan) pada tahun 2019 ini

Selain Sartam, Kelompok Tani Kakao Mandiri, Taluditi di Desa Makarti Jaya juga mendapat penghargaan yang sama. Kelompok ”Tani Kakao Mandiri” Taluditi di Desa Makarti Jaya merupakan kelompok  tani yang telah berkomitmen menerapkan pola budidaya tanaman kakao berkelanjutan.

Berkelanjutan artinya, pola pengelolaan kebun kakao yang menerapkan prinsip ramah lingkungan seperti penanaman pohon penaung, mengurangi penggunaan pupuk kimia, meningkatkan penggunaan pupuk organik, menerapkan sistem tanam tumpang sari, membatasi penggunaan pestisida pada pengendalian hama dengan menerapkan metode sarungisasi buah kakao dan mengintegrasikan   tanaman kakao dengan usaha peternakan.

Mereka, para inspirator itu (dok: istimewa)

Praktik pertanian berkelanjutan telah menghasilkan kualitas biji kakao terbaik dengan mutu biji kakao ber- Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil sebelumnya hanya 900 kg/ha/tahun sat ini bisa mencapai 1,500 kg/ha/tahun.

Pada tahun 2016 dan 2017, Kelompok Tani Mandiri telah melakukan  pemasaran bersama biji kakao yang berStandar Nasional Indonesia (SNI) hingga menembus pasar Internasional.

Di tahun 2018 dan 2019 Kelompok Tani Mandiri terus melakukan peningkatan kualitas biji kakao dengan metode fermentasi. Kwalitas biji kakao fermentasi ini sangat diminati pasar Nasional maupun Internasional.

Saat ini, biji kakao Fermentasi Taluditi sudah dipasarkan di salah satu produsen coklat Masson di Bali dan Fossa-Singapore.

Biji kakao fermentasi Taluditi ini telah diakui Internasional sebagai salah satu jenis yang memiliki cita rasa yang khas yang sulit didapatkan pada daerah dan negara penghasil kakao lainnya  sehingga Fossa-Singapore menjadikan produk biji kakao Taluditi menjadi produk coklat  ”single origin” dipasarkan di luar negeri seperti Singapura sendiri dan negara negara lain.

Kedua penerima penghargaan ini merupakan petani desa di Taluditi yang merupakan wilayah pendampingan dari Burung Indonesia sejak tahun 2014 lalu.

Sementara itu, Kepala DLH, Bahari Gobel mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung inisiasi dari Burung Indonesia untuk tahun-tahun yang akan datang.

“DLH akan menjadikan agenda penganugerahan penghargaan kepada masyaraat yang berprestasi di bidang lingkungan,” katanya.

Berkaitan itu, Program Manager Burung Indonesia – Program Gorontalo Amsurya Warman Amsa mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan oleh BirdLife Internasional dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato kepada kedua tokoh ini, sebagai bentuk apresiaasi dari Pemerintah daerah dan Lembaga konservasi Internasional atas prestasi mereka berdua.

“Kami berharap prestasi ini akan menjadi penyemangat bagi petani dan kelompok petani khususnya komoditas kakao yang ada di Pohuwato dalam mengaplikasikan pengelolaan lahan pertanian yang lestari dan berkelanjutan di Pohuato,” katanya.

Diberi penghargaan, Sartam menyampaikan terima kasih. “Saya sangat senang , bangga dan merasa bersyukur. Berterima kasih kepada Burung Indonesia yang selama ini tekun mendampingi kami para petani untuk pengelolaan lahan pertanian yang lestari.

“Terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Bupati yang juga telah memberikan penghargaan kepada kami atas usaha yang kami lakukan selama ini,” katanya.

“Saya akan terus belajar selama tenaga dan, fisik dan otak masih mampu. Saya tidak akan pernah berhenti untuk memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Tekad Budiyono tak mau ketinggalan. Penerima penghargaan Inspirator Lingkungan dari Kelompok Tani Mandiri ini menyatakan rasa senangnya.

“Saya merasa bangga, senang, bersyukur dan banyak-banyak terima kasih atas pendampingan Burung Indonesia, karena tanpa pendampingan mungkin belum bisa memperoleh prestasi tersebut,” katanya.

“Saya ingin terus belajar untuk mengembangkan teknis-teknis terbaru agar prestasi semakin meningkat. Saya bangga coklat Taluditi dapat dilirik dan diapresiasi oleh pasar internasional,” ucapnya. (*)

LEAVE A REPLY